Pilih Mana, Anti Penuaan Alami Atau Instan?

Keinginan orang untuk tampak awet muda seakan tak pernah surut. Terutama bagi sebagian besar kaum wanita. Apalagi semakin banyak pusat perawatan kecantikan dan produsen yang menghadirkan berbagai cara pencegahan anti-penuaan. Hasil yang ditawarkan pun cukup signifikan.  Namun, sebaiknya pilih mana, proses instan ataukan alami?

Cara instan memang menggiurkan. Prosesnya cepat, hasilnya pun langsung telihat. Namun jangan mudah tergiur oleh janji rejuvenasi (peremajaan, red). Sebaiknya ketahui dulu seberapa jauh Anda  membutuhkannya, berapa lama prosesnya, bagaimana metodenya, apa bahan yang digunakan, sampai kepada indikasi negatif yang mungkin ditimbulkan.

Jika Anda memilih cara alami,  prosesnya cukup panjang, mengikuti metabolisme tubuh Anda saat itu. Misalnya, rutin mengkonsumsi makanan yang dapat mendukung organ-organ tubuh berfungsi lebih lama. Atau, memilih cara rejuvenasi dari bahan-bahan alami. Bila cara instan acap menciptakan hasil yang bagus, namun wajah menjadi kaku, maka cara alami menghasilkan ekspresi yang juga lebih alami.

Proses penuaan tubuh diikuti dengan penurunan produksi sejumlah organ, terutama sel dan hormon. Pergantian sel-sel dan hormon yang menunjang kemudaan menjadi melambat. Bila ditambah gaya hidup yang tidak sehat, maka terjadilah penuaan dini.

Proses penuaan biasanya dimulai sekitar usia 25 tahun, namun berbeda dimulainya pada setiap individu. Yang datang lebih cepat, atau disebut penuaan dini, patut dicermati. Sebab, juga bermakna melambatnya mekanisme kerja organ-organ tubuh yang berakibat pada penurunan vitalitas.

Di dunia kecantikan, penanganan penuaan dini disebut anti-aging, upaya mengaplikasikan kemajuan ilmu dan teknologi medis untuk mendeteksi, mencegah, mengobati dan mengembalikan disfungsi organ tubuh. Pada praktiknya, tersedia begitu banyak upaya yang ditawarkan, semisal botox, facelift atau laser, juga modulasi hormonal – terapi yang merangsang kembali hormon-hormon pertumbuhan (Human Grwoth Hormone – HGH) di dalam tubuh.

Tentu cara alami juga ada, misalnya terapi HGH yang menyuntikkan sejumlah hormon, atau berpuasa dan berolahraga yang teruji dapat meningkatkan kadar hormon. Bisa juga Anda mengkonsumsi suplemen anti-penuaan, sayur dan buah, antioksidanm menghindari stres berlebih, pola makan seimbangm tidak merokok dan narkoba, membatasi minuman beralkohol, minum air putih dua liter sehari, dan tidur cukup.

Makanan tertentu juga ditengarai dapat membuat awet muda, diantaranya:

1. Stroberi, tinggi vitamin C sehingga meningkatkan daya tahan tubuh. Kaya serat dan asam salisilat. Menghaluskan kulit, menceahkan kulit.

2. Minyak Zaitun, kaya phenol yang mencegah kanker, vitamin E untuk menjaga elastisitas kulit, omega-9 yang baik untuk diet penderita kolesterol dan jantung. Menyuburkan dan menghitamkan rambut.

3. Buah Delima, kaya zat besim kalsium, fosforusm vitamin A dan C. Membantu proses penyembuhan luka, berkhasiat menenangkan kulit, meningkatkan kerja SPF pada tabir surya, membantu produksi kolagen untuk menjaga kekenyalan, menutrisi, dan melembabkan kulit.

4. Salmon, kaya akan Omega-3 yang dapat membantu menurunkan tingkat kolesterol, juga membantu pertahanan tubuh dari serangan kanker dan radang sendi (arthritis).

5. Yoghurt, kaya kalsium dan mengurangi munculnya penyakit yang berhubungan dengan faktor  usia.

6. Coklat, kaya flavanol yang membantu menjaga kesehatan dan keremajaan pembuluh darah, menurunkan risiko terkena tekanan darah tinggi, diabetes tipe-2, sakit ginjal dan kegilaan.

7. Kacang, kaya akan sumber-sumber lemak tak jenuh dan memilki keuntungan yang sama dengan minyak zaitun.

8. Red Wine, dipercaya dapat mengaktifkan gen yang memperlambat penuaan sel.

9. Blueberry, dipercaya dapat memperpanjang umur karena dapat mengurangi peradangan dan bahaya yang berhubungan dengan kemunduran ingatan dan fungsi motorik.

Pada dasarnya, keinginan untuk awet muda adalah hal yang manusiawi. Namun perlu diingat bahwa sebaiknya dilakukan atas pemahaman bahwa Anda melakukannya atas dasar kesehatan sehingga upaya yang dilakukan tidak membahayakan kesehatan diri.

Sumber: Majalah Pesona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *